<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Kamarbudaya's Weblog</title>
	<atom:link href="http://kamarbudaya.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kamarbudaya.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 03:30:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Jack The Ripper oleh penghayatcinta</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/07/29/jack-the-ripper/#comment-36</link>
		<dc:creator>penghayatcinta</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 03:30:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=56#comment-36</guid>
		<description>Jack the Ripper was,joker</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jack the Ripper was,joker</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Roro Mendut oleh Marcella Yoesman</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/02/20/roro-mendut/#comment-35</link>
		<dc:creator>Marcella Yoesman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 13:30:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=24#comment-35</guid>
		<description>Kok cerita Loro Mendut ada banyak dan berbeda semua sih?
Jadi susah mencari tugas ..
Haha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kok cerita Loro Mendut ada banyak dan berbeda semua sih?<br />
Jadi susah mencari tugas ..<br />
Haha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Bima Suci oleh Baskara</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/07/08/bima-suci/#comment-34</link>
		<dc:creator>Baskara</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 03:04:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=40#comment-34</guid>
		<description>Tulisan anda di atas indah sekali; terutama mengenai ajaran sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa dan sembah rasa. Untuk menghayatinya, tiada jalan lain selain dengan ‘melakoninya’. Dan untuk dapat melakoninya, peran dan bimbingan dari seorang guru sangatlah berarti. Terima kasih saya sampaikan kepada Guru anda, dan kepada Mas Prabu.

Kira-kira 10 tahun yang lalu, saya pun bertanya seperti anda, apakah keyakinan saya beragama sudah tepat?
Sekitar 6 tahun yang lalu, saya mulai menemukan jawabnya, dan proses pemahaman ini masih terus berlangsung sampai saat ini. Pemahaman disertai ‘mengalami’ atau ‘melakoni’ hidup, dan mulai 2 tahun yang lalu, pemahaman saya diperkuat (dikonfirmasi) antara lain melalui kisah-kisah budaya kita sendiri (Jawa) melalui wayang kulit.

Sebelum tahun 2000, pemahaman saya mengenai peninggalan budaya Jawa masih dipengaruhi oleh ‘dogma’ yang diajarkan dalam pelajaran di sekolah (SMP-SMA) bahwa itu adalah peninggalan Hindu-Budha. Benarkah demikian?
Itulah warisan budaya kita, asal usul kita, yang menunjukkan bahwa di abad ke 4, tanah Jawa sudah berbudaya tinggi, jauh melebihi belahan-belahan dunia yang lain.

Kita telah melihat contoh-contoh di kawasan Asia, negara mana sajakah yang berhasil maju dan bersaing dengan negara-negara maju di Eropa dan Amerika. Ialah negara-negara yang, sambil mengejar ketertinggalan dalam teknologi modern, tetap mempertahankan warisan-warisan budaya mereka, dan bangga dengan budaya mereka sendiri.
Dan, negara yang belum bisa maju, ternyata adalah negara-negara yang mengabaikan, bahkan ada yang menghancurkan warisan budaya mereka sendiri.

Akhir-akhir ini, melihat gejala yang timbul di beberapa bagian wilayah Indonesia, muncullah pertanyaan baru: akankah kita berkiblat pada budaya bangsa lain? Bagian akhir tulisan anda di atas telah menjawabnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan anda di atas indah sekali; terutama mengenai ajaran sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa dan sembah rasa. Untuk menghayatinya, tiada jalan lain selain dengan ‘melakoninya’. Dan untuk dapat melakoninya, peran dan bimbingan dari seorang guru sangatlah berarti. Terima kasih saya sampaikan kepada Guru anda, dan kepada Mas Prabu.</p>
<p>Kira-kira 10 tahun yang lalu, saya pun bertanya seperti anda, apakah keyakinan saya beragama sudah tepat?<br />
Sekitar 6 tahun yang lalu, saya mulai menemukan jawabnya, dan proses pemahaman ini masih terus berlangsung sampai saat ini. Pemahaman disertai ‘mengalami’ atau ‘melakoni’ hidup, dan mulai 2 tahun yang lalu, pemahaman saya diperkuat (dikonfirmasi) antara lain melalui kisah-kisah budaya kita sendiri (Jawa) melalui wayang kulit.</p>
<p>Sebelum tahun 2000, pemahaman saya mengenai peninggalan budaya Jawa masih dipengaruhi oleh ‘dogma’ yang diajarkan dalam pelajaran di sekolah (SMP-SMA) bahwa itu adalah peninggalan Hindu-Budha. Benarkah demikian?<br />
Itulah warisan budaya kita, asal usul kita, yang menunjukkan bahwa di abad ke 4, tanah Jawa sudah berbudaya tinggi, jauh melebihi belahan-belahan dunia yang lain.</p>
<p>Kita telah melihat contoh-contoh di kawasan Asia, negara mana sajakah yang berhasil maju dan bersaing dengan negara-negara maju di Eropa dan Amerika. Ialah negara-negara yang, sambil mengejar ketertinggalan dalam teknologi modern, tetap mempertahankan warisan-warisan budaya mereka, dan bangga dengan budaya mereka sendiri.<br />
Dan, negara yang belum bisa maju, ternyata adalah negara-negara yang mengabaikan, bahkan ada yang menghancurkan warisan budaya mereka sendiri.</p>
<p>Akhir-akhir ini, melihat gejala yang timbul di beberapa bagian wilayah Indonesia, muncullah pertanyaan baru: akankah kita berkiblat pada budaya bangsa lain? Bagian akhir tulisan anda di atas telah menjawabnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Bima Suci oleh Ki Nartosabdho : Bima Suci &#171; Wayang Prabu</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/07/08/bima-suci/#comment-33</link>
		<dc:creator>Ki Nartosabdho : Bima Suci &#171; Wayang Prabu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 02:17:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=40#comment-33</guid>
		<description>[...] Bima Suci [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Bima Suci [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Jack The Ripper oleh meri anggraini</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/07/29/jack-the-ripper/#comment-32</link>
		<dc:creator>meri anggraini</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 23:20:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=56#comment-32</guid>
		<description>Dalam kasus Ryan dan Jack the ripper saya kira ada sedikit perbedaan, setahu saya Jack the ripper membunuh ke 7 korbannya yang semuanya adalah pelacur, dengan cara memutilasi korbannya dengan 36 sayatan, dan menggambil uterusnya. selain itu juga JTR tidak merencanakan siapa-siapa saja korbannya. JTR membunuh korbannya tanpa ada &quot;daftar nama&quot;, JTR membunuh dengan brutal. Bisa dibilang JTR ini &#039;Syco&#039;, karena orang seperti ini memiliki gangguan kejiwaan dimana dia merasakan kenikmatan pd saat menyiksa
+membunuh korbannya dengan brutal, dia merasa senang dengan penderitaan yang dialami korbannya.

kalau pembunuh di indonesia membunuh seseorang karena &quot;ada sebab&quot;, contoh karena merebut pacar orang, jd wajar dibunuh!
nah, kalau di luar negeri pembunuh membunuh karena tidak ada sebab, kebanyakannya seperti itu !

membunuh tanpa tujuan yang jelas!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kasus Ryan dan Jack the ripper saya kira ada sedikit perbedaan, setahu saya Jack the ripper membunuh ke 7 korbannya yang semuanya adalah pelacur, dengan cara memutilasi korbannya dengan 36 sayatan, dan menggambil uterusnya. selain itu juga JTR tidak merencanakan siapa-siapa saja korbannya. JTR membunuh korbannya tanpa ada &#8220;daftar nama&#8221;, JTR membunuh dengan brutal. Bisa dibilang JTR ini &#8216;Syco&#8217;, karena orang seperti ini memiliki gangguan kejiwaan dimana dia merasakan kenikmatan pd saat menyiksa<br />
+membunuh korbannya dengan brutal, dia merasa senang dengan penderitaan yang dialami korbannya.</p>
<p>kalau pembunuh di indonesia membunuh seseorang karena &#8220;ada sebab&#8221;, contoh karena merebut pacar orang, jd wajar dibunuh!<br />
nah, kalau di luar negeri pembunuh membunuh karena tidak ada sebab, kebanyakannya seperti itu !</p>
<p>membunuh tanpa tujuan yang jelas!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di  oleh kamarbudaya</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/02/21/27/#comment-31</link>
		<dc:creator>kamarbudaya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 14:42:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/02/21/27/#comment-31</guid>
		<description>trim komentarnya....
salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>trim komentarnya&#8230;.<br />
salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Dewapun Terangsang oleh M Faizi</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/dewapun-terangsang-2/#comment-30</link>
		<dc:creator>M Faizi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 13:28:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=83#comment-30</guid>
		<description>Urusan &quot;ngaceng&quot;-mengaceng, pasrahkan saja sama Binhad! Beres! O, ya. lupa, Mashuri leibh mufaqqih karena dia pemilik lisensi istimewa untuk nama itu :-D
@Mashuri: mana bukumu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Urusan &#8220;ngaceng&#8221;-mengaceng, pasrahkan saja sama Binhad! Beres! O, ya. lupa, Mashuri leibh mufaqqih karena dia pemilik lisensi istimewa untuk nama itu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /><br />
@Mashuri: mana bukumu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di  oleh daustoleyalfarouk</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/02/21/27/#comment-29</link>
		<dc:creator>daustoleyalfarouk</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 13:00:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/02/21/27/#comment-29</guid>
		<description>kariktur is the best</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kariktur is the best</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Dewapun Terangsang oleh mashuri</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/dewapun-terangsang-2/#comment-28</link>
		<dc:creator>mashuri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 04:35:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=83#comment-28</guid>
		<description>masyaalloh! cik seksine...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masyaalloh! cik seksine&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Geng Nero oleh lingga</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/07/08/geng-nero/#comment-27</link>
		<dc:creator>lingga</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 10:23:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=52#comment-27</guid>
		<description>genk nero tuh belagu banget sih........
kaya paling berkuasa ja di kalangan cwe2 mending positiv,eh malah negative !!!!
GENK SARAP kali ye . . .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>genk nero tuh belagu banget sih&#8230;&#8230;..<br />
kaya paling berkuasa ja di kalangan cwe2 mending positiv,eh malah negative !!!!<br />
GENK SARAP kali ye . . .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
