<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kamarbudaya's Weblog</title>
	<atom:link href="http://kamarbudaya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kamarbudaya.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Sep 2008 04:44:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kamarbudaya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kamarbudaya's Weblog</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kamarbudaya.wordpress.com/osd.xml" title="Kamarbudaya&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kamarbudaya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>‘Mutilasisme’</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/%e2%80%98mutilasisme%e2%80%99/</link>
		<comments>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/%e2%80%98mutilasisme%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 04:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamarbudaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[asalusil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : R Giryadi Mutilasi menjadi teror. Mutilasi dalam bentuk nyatanya membunuh dengan cara ‘memretheli’ tubuh kurban. Kejahatan semacam ini bisa jadi hanya dilakukan oleh satu atau dua orang. Tidak bergerombol. Tapi ada mutilasi yang dilakukan secara bergerombol, terorganisir, dan massif. Penegak hukumpun kuwalahan menangani mutilasi yang satu ini. Apa itu? Memutilasi uang rakyat, alias [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=89&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : R Giryadi</p>
<p>Mutilasi menjadi teror. Mutilasi dalam bentuk nyatanya membunuh dengan cara ‘memretheli’ tubuh kurban. Kejahatan semacam ini bisa jadi hanya dilakukan oleh satu atau dua orang. Tidak bergerombol. Tapi ada mutilasi yang dilakukan secara bergerombol, terorganisir, dan massif. Penegak hukumpun kuwalahan menangani mutilasi yang satu ini. Apa itu?<br />
Memutilasi uang rakyat, alias korupsi. Sekarang korupsi tidak sembunyi-sembunyi. Kisah curi uang rakyat dari balik meja, sudah tidak bonafide. Mutilasi yang paling keren di jaman modern ini dilakukan terang-terangan, bahkan dilakukan secara berjamaah. Tragisnya lagi, cara memutilasi uang rakyat diperagakan di depan penegak hukum.<br />
Ini mutilasi paling keji yang ada di Indonesia. Uang rakyat dijadikan mainan oleh sebagian elit politik di dewan dan di lembaga penegak hukum. Di lembaga pemerintahan tidak kalah parahnya. Ini juga bisa disebut sebagai pembunuhan  berencana dan terorganisir. Bukankah akibat korupsi, banyak rakyat sengsara, miskin. Akibat kemiskinan, mutilasi dalam arti sebenarnya terjadi. Ingat, Ryan membunuh korban-korbannya karena factor ekonomi. Bukan asmara, atau penyakit lainnya.<br />
Akibat mutilasi uang negara trilyunan rupiah hilang. Rakyat miskin hanya kebagian recehan yang dilempar dari balik mobil mewah, sembari sang empunya memohon doa agar terbebas dari jerat hukum dan banyak rejeki.<br />
Maka, berbondong-bondonglah para duafa itu ke kota. Mereka menengadahkan tangan, seolah-olah rejeki jatuh dari mobil-mobil mewah. Sementara para politisi di Senayan ribut soal undang-undang untuk menyelamatkan muka mereka yang sudah terkadung coreng-moreng oleh ketamakan.<br />
Partai-partai didirikan. Bendera-bendera dipasang. Bukan untuk rakyat, tetapi alat untuk berkuasa. Setekah berkuasa, ganti menjajah rakyat. Ganti yang korup. Ganti yang memutilasi. Rakyat hanya boleh bersuara saat pemilu. Tidak bersuara, dianggap subversip! Mereka hanya diiming-iming Rp 5 ribu dan kaos. Itulah pendapatan mereka setiap lima tahun sekali. Setelah itu mereka tidak tahu, kemana perginya uang negara?<br />
Rakyat bahkan sudah dimutilasi hak-haknya. Partai-partai hanya sibuk dengan dirinya sendiri. Omong kosong kalau berjuang demi rakyat. Kalaupun ada, itu partai yang keblinger. Partai yang tidak mungkin ada di negeri ini.<br />
Kata Pujangga Ronggowarsito, ‘anemahi jaman edan, yen orang edan ora keduman.’ Tetapi ingat, ‘Sak bejo-bejaning wong edan, isih bejo wing eling lan waspada.’ Artinya dijaman edan seperti ini tidak akan mendapatkan apa-apa kalau tidak ikut edan. Tetapi, meski mendapatkan keuntungan dari mengikuti jaman, masih untung orang yang tetap ‘ingat (berdoa) dan ‘waspada’ (jujur).’<br />
Ryan, dan para koruptor yang terjerat masalah hukum orang yang tidak tahan godaan di jaman edan ini. Mereka orang-orang yang dengan sadis memanfaatkan jaman gila ini. Bayangkan untuk bebas dari jerat hukum saja, Ayin harus menyogok jaksa Rp 6 milyar. Demi mendapat keuntungan pribadi, DPR mau saja disogok oleh pejabat daerah.<br />
Tidak saja uang, tetapi disogok perempuan. Hemmmm, sungguh pelecehan yang luar bisa terhadap suara rakyat yang telah dibebankan pada pundaknya. Ini mutilasi suara yang lebih keji dari pada yang di lakukan Ryan. Hukumnya jelas, mati. Tetapi siapa yang bisa menjerat anggota dewan, kalau kejaksaan agung saja sarangnya korupsi? Siapa yang percaya lagi dengan penegakan hukum di negeri ini?<br />
Pasti hanya orang tua kurban Ryan. Ryan pasti dihukum maksimal, karena pasti tidak akan mampu menyogok polisi, ataupun jaksa. Ryan pasti akan dijerat hukum maksimal. Ini prestasi besar!<br />
Sungguh sangat nyata. Kita sudah terjangkit faham mutilasi (‘mutilasisme’). Mutilasi telah menjadi teror diberbgai sisi kehidupan kita. Tak tanggung-tanggung, pembunuhan secara pelan-pelan memreteli satu demi satu hak-hak warga negara sedang berlangsung. Negeri ini sudah menjadi negera terkorup  ke 3 di dunia. (kalau diikutkan Olimpiade mendapat medali perak).<br />
200 juta jiwa siap kelaparan. Sementara politisi muda dan tua sedang saling berebut meraih simpati rakyat yang sedang sekarat untuk pemilu 2009. Tetapi berani sumpah, mereka hanya baik di awalnya. Tetapi dikemudian hari?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kamarbudaya.wordpress.com/89/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kamarbudaya.wordpress.com/89/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamarbudaya.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamarbudaya.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamarbudaya.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamarbudaya.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamarbudaya.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamarbudaya.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamarbudaya.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamarbudaya.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamarbudaya.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamarbudaya.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamarbudaya.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamarbudaya.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamarbudaya.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamarbudaya.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=89&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/%e2%80%98mutilasisme%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e209e17ff43392ac688c3631af46dbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kamarbudaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Artalyta</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/artalyta/</link>
		<comments>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/artalyta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 04:33:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamarbudaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[asalusil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : R Giryadi Hari-hari ini nama Artalyta Suryani alias Ayin, begitu popular. Palingtidak dikalangan telinga penegak hukum nama itu sudah cukup akrab. Namun jangan sok akrab dengan nama ini, karena bisa-bisa anda terseret dalam kasus yang menjeratnya. Ya, nama Ayin bagai ular kobra yang siap mematuk siapa saja. Untuk sementara ini yang sudah pasti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=86&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : R Giryadi<br />
<a href="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/09/artalyta-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-87" title="artalyta-2" src="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/09/artalyta-2.jpg?w=460" alt=""   /></a>Hari-hari ini nama Artalyta Suryani alias Ayin, begitu popular. Palingtidak dikalangan telinga penegak hukum nama itu sudah cukup akrab. Namun jangan sok akrab dengan nama ini, karena bisa-bisa anda terseret dalam kasus yang menjeratnya.<br />
Ya, nama Ayin bagai ular kobra yang siap mematuk siapa saja. Untuk sementara ini yang sudah pasti menjadi korban Artalyta Suryani adalah jaksa Urip Tri Gunawan. Mengapa Urip sudah dapat dipastikan? Tidak lain karena Jaksa Agung Hendarman Supandji sudah meminta agar kasus suap seperti yang menimpa Jaksa Urip Tri Gunawan tidak terulang lagi. Itu berarti, sebelum perkaranya diputus pun jaksa Urip diyakini bersalah.<br />
Yang menarik perhatian masyarakat (publik) adalah, siapa korban Artalyta selanjutnya? Hal ini menarik dengan terungkapnya rekaman pembicaraan Artalyta dengan sejumlah oknum Jaksa Agung Muda (JAM) dan melibatkan sejumlah nama pejabat di kejaksaan.  Apalagi,  Jaksa Agung Herdarman pun sudah menegaskan akan memeriksa ketiga JAM. Dan kemarin salah seorang di antaranya  (Jamdatun) Untung Udji Santoso mulai diperiksa oleh tim pengawas Kejaksaan Agung (Kejakgung) terkait kasus rekaman pembicaraannya dengan Artalyta.<span id="more-86"></span><br />
Memang, tidak mudah memperoleh bukti suap dan konspirasi para pejabat di Kejakgung. Sebab, mereka ahlinya hukum yang biasanya mampu membuktikan kesalahan para pejabat. Sangat bodohlah kalau pejabat setingkat JAM masih mau menerima uang  dengan tanda terima atau bukti-bukti yang dapat dihadirkan dalam persidangan.<br />
Oleh karena itu, percuma saja menyidangkan Jamdatun oleh tim pengawas Kejakgung kalau tujuannya ingin menarik keterangan  yang sifatnya negatif dari pelakunya. Pastilah tidak akan ada pencuri yang mengaku.<br />
Justru itu, pemeriksaan ketiga JAM diharapkan tidak sekadar untuk membersihkan citra dan nama Kejakgung yang rusak akibat tertangkapnya jaksa Urip dan dipublikasikannya rekaman pembicaraan para JAM di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Tetapi, karena mereka merupakan pejabat dengan posisi strategis di Kejakgung maka Jaksa Agung harus tanggap untuk tidak segan-segan mencopot siapa pun yang terlibat dalam kasus mafia peradilan  atau &#8220;jual beli perkara&#8221; di jajarannya.<br />
Kasus  suap jaksa Urip yang terkait perkara BLBI dengan obligor Sjamsul Nursalim kini semakin meluas sehingga menimbulkan keprihatinan masyarakat terhadap rusaknya lembaga peradilan. Kalau pihak-pihak yang berperkara bisa berakrab ria dengan aparat kejaksaan maka besar kemungkinan putusan yang diambil pihak Kejakgung menjadi bias. Yang bersalah menjadi tidak bersalah, atau setidaknya diringankan tuntutan hukumnya.<br />
Wajar kalau publik mengharapkan Jaksa Agung bertindak tegas terhadap anak buahnya. Jangan menunggu terkumpul bukti-bukti yang lengkap. Secara moral saja para JAM yang berhubungan dengan Artalyta harusnya cepat  ditindak karena melanggar kepatutan. Kalau mereka terbukti menerima suap hukumannya tidak sekadar dicopot dari jabatan tetapi juga diberhentikan dengan tidak hormat, kemudian kasusnya dilimpahkan ke pengadilan untuik dihukum dua kali lipat.<br />
Sebab, mereka merupakan aparat penegak hukum, yang mengerti hukum, namun kenyataannya ikut mempermainkan hukum, sehingga hukumannya harus lebih berat dari rakyat biasa yang tak mengerti hukum. Profesionalitas kerja jaksa harusnya diimbangi dengan moral, nyatanya  oknum petingginya pula yang memanfaatkan jabatannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan kelompok dengan menjual  hukum dan hati nurani rakyat.<br />
Kalau Jaksa Agung tak tanggap, maka Presiden lah yang harus bertindak, dengan  mencopot Hendarman Supandji.  Dia dinilai gagal membersihkan jajaran Kejakgung yang ternyata sarat dengan penyamun yang merusak citra lembaga penegak hukum itu.<br />
Namun kita tidak bisa gegabah. Bagaimanapun peristiwa ini harus dibuktikan di depan hukum, meskipun kita sangat pesimis dengan penegakan hukum di negeri ini.<br />
Pesimistis kita cukup beralasan. Logikanya, kalau atasan saja berbuat seperti itu apalagi anak buahnya, apa tidak pesta pora? Di negeri maling, tidak ada yang mengaku maling. Kalau ada itu pasti ‘maling celuring’, maling dermawan yang membagikan hasil curiannya seperti dalam cerita dongeng itu. Tetapi bukankah negeri kita bukan negeri dongeng?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kamarbudaya.wordpress.com/86/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kamarbudaya.wordpress.com/86/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamarbudaya.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamarbudaya.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamarbudaya.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamarbudaya.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamarbudaya.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamarbudaya.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamarbudaya.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamarbudaya.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamarbudaya.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamarbudaya.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamarbudaya.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamarbudaya.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamarbudaya.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamarbudaya.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=86&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/artalyta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e209e17ff43392ac688c3631af46dbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kamarbudaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/09/artalyta-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">artalyta-2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dewapun Terangsang</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/dewapun-terangsang-2/</link>
		<comments>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/dewapun-terangsang-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 04:19:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamarbudaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[asalusil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : R Giryadi Hanya pria tidak normal ketika melihat perempuan seksi tidak terangsang. Apalagi, kalau aksi dandanan perempuan itu cukup menantang. Belahan dada menyembul, pusarnya mengintip dari teng topnya, kemudian belahan pantatnya juga menyumbul karena celana yang dipakai sengaja diplorotkan (meski katanya lagi mode). Ck ck ck… Atas nama mode, terkadang dandanan perempuan sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=83&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : R Giryadi</p>
<p><a href="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/09/perez30cg6.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-84" title="perez30cg6" src="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/09/perez30cg6.jpg?w=460" alt=""   /></a>Hanya pria tidak normal ketika melihat perempuan seksi tidak terangsang. Apalagi, kalau aksi dandanan perempuan itu cukup menantang. Belahan dada menyembul, pusarnya mengintip dari teng topnya, kemudian belahan pantatnya juga menyumbul karena celana yang dipakai sengaja diplorotkan (meski katanya lagi mode). Ck ck ck…<br />
Atas nama mode, terkadang dandanan perempuan sangat berlebihan. Menantang, dan bikin hati pria dag dig dug ser. Jadi siapa salah, kalau sering terjadi pelecehan seksual? Ingatkah, kasus Dewi Persik yang digerayangi payudaranya? Siapa yang salah? Dandanan Dewi Persik yang memang seronok, atau tangan usil yang menggerayangi payudara Dewi Persik?<br />
Apakah tangan usil itu, karena sering menggerayangi internet porno, atau tangan itu sudah bejat dari sononya? Atau jangan-jangan, istilah ada gula ada semut, ada ikan asin ada kucing, benar adanya? Tak ada akibat kalau tak ada sebab. Jadi siapa yang salah? Kok pertanyaan melulu!<br />
Memang sulit. Masalah pornografi, tak bisa diselesaikan dengan hanya memblokir situs porno. Ingat, ketika seks dipingit secara naluriah, manusia akan mencari jalan lain. Nah, jalan lain inilah yang harus dipikirkan. Apakah jalan lain itu melalui kejahatan (pemerkosaan, pencabulan, atau yang lainnya) atau jalan yang lain, pemerintah atau siapapun tak bakal bisa memantau karena seksualitas adalah naluri manusia. Sewaktu waktu dan dimanapun bisa terjadi.<span id="more-83"></span><br />
Kalau situs porno diblokir, siapa yang bisa memblokir ’chating porno’. Siapa yang bisa yang bisa memblokir blog (web log) atau semacam situs pribadi yang juga banyak yang menampilkan gambar-gambar merangsang. Membentengi moral, membentengi aksi kejahatan seksualitas, terlalu sederhana kalau hanya memblokir situs porno, apalagi hanya merasia internet, atau bahkan hanya menyita vcd porno.<br />
Pornografi mempunyai sejarah yang panjang. Karya seni yang secara seksual bersifat sugestif dan eksplisit sama tuanya dengan karya seni yang menampilkan gambar-gambar yang lainnya. Foto-foto yang eksplisit muncul tak lama setelah ditemukannya fotografi.<br />
Karya-karya film yang paling tuapun sudah menampilkan gambar-gambar telanjang maupun gambaran lainnya yang secara seksual bersifat eksplisit. Ada sejumlah lukisan porno di tembok-tembok reruntuhan bangunan Romawi di Pompeii. Salah satu contoh yang menonjol adalah gambar tentang sebuah bordil yang mengiklankan berbagai pelayanan seksual di dinding di atas masing-masing pintu.<br />
Di Pompeii orang pun dapat menjumpai gambaran zakar dan buah zakar yang ditoreh di sisi jalan, menunjukkan jalan ke wilayah pelacuran dan hiburan, untuk menunjukkan jalan kepada para pengunjung (lihat Seni erotik di Pompeii). Para arkeolog di Jerman melaporkan pada April 2005 bahwa mereka telah menemukan apa yang mereka yakini sebagai sebuah gambaran tentang adegan porno yang berusia 7.200 tahun yang melukiskan seorang laki-laki yang sedang membungkuk di atas seorang perempuan dalam cara yang memberikan kesan suatu hubungan seksual.<br />
Dalam jagad pewayang, kita mengenal Bethara Guru yang terangsang melihat Dewi Anjani yang sedang tapa di sebuah telaga. Tak disangka perasaan terangsan itu membuahkan benih percintaan, bahkan akhirnya melahirkan jabang bayi bernama Anoman. Konon, saking terangsangnya dengan Dewi Anjani, sperma Bethara Guru keluar. Dan sprema itu menempel ke daun asam yang masih muda (sinom). Secara kebetulan daun sinom itu termakan Dewi Anjani, sperma itupun membuhai Dewi Anjani. Karena berasal dari daun sinom maka anaknya diberi nama, Anoman.<br />
Terangsangnya Bethara Guru apakah karena Dewi Anjani sengaja bersikap sensual? Atau karena memang sudah ditakdirkan begitu? Kenapa Bethara Guru bisa terangsang? Bukankah dia dewa yang integritas moral dan jiwanya sudah diakui? Apakah tindakan Dewi Anjani ini termasuk porno (padahal sebenarnya bertapa telanjang), sehingga merangsang Bethara Guru? Jadi porno itu apa?<br />
Saya tidak bisa menjawabnya. Kalau dewa saja bisa terangsang, apalagi kita yang manusia. Namun sejarah mengatakan, ketika seks dipingit, malah banyak cara untuk melampiaskannya. Bahkan cenderung tidak terkendali. Hematnya, masalah pornografi, seksualitas adalah masalah manusia, bukan masalah piranti lunak. Karena masalah manusia, maka yang perlu digarap (diatur) adalah manusianya. Ingat, banyak jalan menuju roma. ’Tak ada jalan depan, lewan belakangpun bisa!’ (Awas jangan ngeres!). n</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kamarbudaya.wordpress.com/83/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kamarbudaya.wordpress.com/83/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamarbudaya.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamarbudaya.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamarbudaya.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamarbudaya.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamarbudaya.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamarbudaya.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamarbudaya.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamarbudaya.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamarbudaya.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamarbudaya.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamarbudaya.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamarbudaya.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamarbudaya.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamarbudaya.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=83&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/dewapun-terangsang-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e209e17ff43392ac688c3631af46dbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kamarbudaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/09/perez30cg6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perez30cg6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibu Kita Kartini</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/ibu-kita-kartini/</link>
		<comments>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/ibu-kita-kartini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 04:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamarbudaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[asalusil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : R Giryadi Ibu kita Kartini, putri sejati Putri Indonesia, harum namanya Ibu kita Kartini, pendekar bangsa Pendekar kaumnya untuk merdeka Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia (WR Soepratman) Kartini lahir 21 April 1879 atau 28 Rabiulakhir 1808 di Desa Mayong, Jepara. Tak jelas siapa yang memberikan nama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=80&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/09/ra_kartini.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-81" title="ra_kartini" src="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/09/ra_kartini.jpg?w=219&#038;h=300" alt="" width="219" height="300" /></a>Oleh : R Giryadi</p>
<p>Ibu kita Kartini, putri sejati<br />
Putri Indonesia, harum namanya<br />
Ibu kita Kartini, pendekar bangsa<br />
Pendekar kaumnya untuk merdeka<br />
Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia<br />
Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia</p>
<p>(WR Soepratman)</p>
<p>Kartini lahir 21 April 1879 atau 28 Rabiulakhir 1808 di Desa Mayong, Jepara. Tak jelas siapa yang memberikan nama itu padanya. Tapi Pramoedya dalam Panggil Aku Kartini Saja lebih yakin, karena perempuan, ibunyalah yang memberikan nama.<br />
Waktu itu ayah Kartini masih menjabat Asisten Wedana onderdistrik Mayong, Kabupaten Jepara, dan memiliki rumah yang luas. Tapi Kartini justru tidak lahir di rumah yang luas ini. Sebagai anak dari “selir”, Kartini lahir di rumah kecil, berada di bagian belakang rumah Asisten Wedana itu.<span id="more-80"></span><br />
Dia besar di bawah pengasuhan ibunya, di rumah kecil itu. Kartini sendiri melukiskan masa kecilnya itu dengan nada pedih. Suratnya kepada Ny HG de Booij-Boissevain menunjukkan diskriminasi yang dia dapat ketika bayi.<br />
Lewat surat kepada Estelle Zeehandellar, mengungkapkan:<br />
“Orang-orang Belanda itu menertawakan dan mengejek kebodohan kami, tapi kami berusaha maju, kemudian mereka mengambil sikap menentang kami. Aduhai! Betapa banyaknya dukacita dahulu semasa kanak-kanak di sekolah; para guru dan banyak di antara kawan mengambil sikap permusuhan kepada kami…”<br />
Sementara itu, Ibunya harus bersaing dengan istri utama ayahnya, yang memang masih keturunan Ratu Madura. Sejak bayi dia sudah merasakan kehidupan yang beda antara gedung utama dan rumah kecilnya. Sahabat Kartini Ny Van Zeggelen dalam romannya Kartini melukiskan, setelah lahir Kartini diasuh emban, Rami. Sedang ibu Kartini, seperti kebanyakan selir lain, pergi dari rumah itu sesudah melahirkan.<br />
Apa sesungguhnya cita-cita Katini? Dalam buku Habis Gelap Terbitlah terang, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan bidang pendidikan, ekonomi, dan bahkan budaya. Kartini mencita-citakan kemuliaan kaum perempuan adalah ketika berdiri sejajar dengan kaum pria. Perempuan tidak saja berposisi sebagai Ibu, meski perempuan tetap menyadari kodratnya.<br />
Bila mempelajari pikiran Kartini lebih mendalam, cita-citanya melampaui sekadar soal emansipasi dan pendidikan perempuan. Kartini ternyata adalah memperjuangkan pula peningkatan perekonomian masyarakat, menyangkut kepentingan rakyat secara luas.<br />
Saat ini kita dapat sedikit berbesar hati bahwa cita-cita Kartini untuk meningkatkan pendidikan perempuan sudah cukup berhasil. Hanya yang menyedihkan dalam dunia kerja, meskipun dengan prestasi yang baik perempuan sangat sulit untuk mendapat kenaikan jabatan, apalagi untuk mencapai kedudukan pimpinan. Masih banyak perempuan yang terkungkung hambatan (unfreedom), terhalang bersekolah karena dikalahkan prioritasnya oleh saudara laki-lakinya karena keterbatasan dana, terutama di desa-desa.<br />
Akan tetapi bila kita melihat cita-cita Kartini di bidang lain seperti bidang perekonomian masyarakat, kebudayaan, dan kebebasan berprestasi, keadaannya masih memprihatinkan. Nasib perempuan masih akan buruk bila perekonomian nasional belum segera tumbuh berkembang, pengangguran yang belum sepenuhnya teratasi menjadi sumber nasib buruk bagi TKW-TKW kita.<br />
Marilah kita semua kembali merenungkan cita-cita Kartini dari perspektif yang lebih luas. Kartini bukan hanya sebagai seorang tokoh emansipasi perempuan, akan tetapi juga sebagai pelopor dari kemajuan berbagai bidang, seperti kesenian, industri masyarakat, kesejahteraan petani, juga tokoh politik yang memperjuangkan kemerdekaan kaumnya.<br />
Lagu Ibu Kita Kartini yang diciptakan WR Soepratman, merupakan penghargaan besar bagi perjuangan kaum perempun. Namun perempuan dewasa itu tidak hanya butuh disanjung-sanjung, tetapi mereka harus diberi hak-haknya sebagaimana manusia biasa. Bukan karena dia perempuan, tetapi manusia yang punya hak yang sama dengan lainnya.<br />
….<br />
Ibu kita Kartini, Putri yang suci<br />
Putri Yang merdeka, cita-citanya<br />
Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia<br />
Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kamarbudaya.wordpress.com/80/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kamarbudaya.wordpress.com/80/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamarbudaya.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamarbudaya.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamarbudaya.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamarbudaya.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamarbudaya.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamarbudaya.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamarbudaya.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamarbudaya.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamarbudaya.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamarbudaya.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamarbudaya.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamarbudaya.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamarbudaya.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamarbudaya.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=80&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/ibu-kita-kartini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e209e17ff43392ac688c3631af46dbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kamarbudaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/09/ra_kartini.jpg?w=219" medium="image">
			<media:title type="html">ra_kartini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salah Tangkap</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/salah-tangkap/</link>
		<comments>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/salah-tangkap/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 03:26:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamarbudaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[asalusil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : R Giryadi Kepolisian Brasil tengah sewot atas beredarnya film The Elite Squad. Film ini merupakan film semi-rekaan yang bercerita tentang Bope &#8212; sebuah batalion khusus dari Polisi Militer Riode Janeiro. Film ini mengadaptasi ceritanya dari buku Elite da Tropa yang ditulis oleh sosiolog Luiz Eduardo Soares serta kisah langsung dari mantan kapten Bope, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=75&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : R Giryadi</strong></p>
<p>Kepolisian Brasil tengah sewot atas beredarnya film The Elite Squad. Film ini merupakan film semi-rekaan yang bercerita tentang Bope &#8212; sebuah batalion khusus dari Polisi Militer Riode Janeiro. Film ini mengadaptasi ceritanya dari buku Elite da Tropa yang ditulis oleh sosiolog Luiz Eduardo Soares serta kisah langsung dari mantan kapten Bope, Andre Batista dan Rodrigo Pimentel.<br />
Jose Padilha, sutradara The Elite Squad, menyatakan film ini dibuatnya sebagai sebuah bentuk perlawanannya atas aksi kekerasan dan peredaran obat-obatan terlarang dalam potret dari aparat kepolisian di Brasil.<br />
Film ini sempat ditentang, karena mempermalukan citra polisi Brasil. Meski mendapat tentangan The Elite Squad, film yang mengangkat kisah korupsi, kekerasan, dan pembunuhan yang dilakukan aparat kepolisian Brasil, berhasil memboyong pulang trofi The Golden Bear sebagai simbol atas penghargaan film Terbaik di Festival Film Berlin (FFB) tahun 2008.<br />
Padilha membuat film ini untuk memperlihatkan bagaimana negara ternyata telah membuat para petugas kepolisian terbagi ke dalam tiga sikap. Pertama, ada polisi yang korup, kedua, polisi yang diam saja, dan ketiga ada juga polisi yang bengis. Kontroversi atas hadirnya film drama ini ternyata tidak hanya muncul di festival film Berlin saja.<br />
Gambaran dalam film itu hampir sama dengan apa yang terjadi di negeri ini. Kita ndak perlu menyajikan bukti. Sudah berentet bukti di depan mata, salah tangkap, salah hukum, bahkan salah tembak sering terjadi. Ini yang terkuak di media massa. Lalu berapa yang tidak terkuak?<br />
Komite Anti-penyiksaan PBB dalam laporannya, 5-7 Mei 2008, menyatakan, praktik penyiksaan yang melanggar HAM di Indonesia cenderung meluas meski kita merupakan salah satu negara pihak yang telah meratifikasi konvensi menentang penyiksaan dan perlakuan atau hukuman yang kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan martabat manusia melalui UU No 5/1998.<br />
Anda pasti ingat kisah Sengkon dan Karta. Tetapi tentu anda juga masih ingat dengan kasus salah tangkap pada Dwi Sumaji alias Iwik yang dituduh polisi telah membunuh Udin, wartawan Bernas itu? Tetapi sebagaimana kasus lainnya, polisipun bisa merekayasa BAP. Iwik dipaksa mengakui meskipun ia tidak melakukan yang dituduhkan Polisi.  Beruntung sekali kejaksaan jeli, sehingga membebaskan Iwik.<span id="more-75"></span><br />
Bukan rahasia lagi jika polisi masih menggunakan cara-cara konvensial untuk membuat BAP seperti tekanan fisik dan intimidasi sehingga apa yang tertuang dalam BAP tidak murni lagi dan hanya untuk memenuhi target polisi. Kalau hal itu tidak diakui polisi, hak polisi. Tetapi itu membuktikan bahwa intitusi ini sedang tidak melakukan reformasi di tubuhnya. Mengapa? Karena kasus ini terjadi sejak tahun 1974-an dan sampai masa reformasi masih terjadi.<br />
Kalau polisi sendiri tidak mau membenahi profesionalismenya, bagai mana dengan hukum kita? Sungguh, sebenarnya kita sedang terancam oleh ketidakprofesionalan polisi. Kalau nasib buruk, kita bisa saja diseret polisi, digebuki, kemudian disuruh mengakui sesuatu yang tidak pernah kita lakukan.<br />
Kapolri harus segera melakukan koreksi dan evaluasi terhadap proses penyidikan selama ini, terutama di tingkat satuan wilayah seperti Polda, Polwil, Polwiltabes, Poltabes dan Polres hingga ke tingkat Polsek.<br />
Kalau tidak, harapan terhadap kepolisian sebagaimana bunyi Pasal 13 (c) UU No 2 Tahun 2002, yaitu ‘Kepolisian RI bertugas memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat’, sepertinya masih jauh panggang dari api.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kamarbudaya.wordpress.com/75/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kamarbudaya.wordpress.com/75/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamarbudaya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamarbudaya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamarbudaya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamarbudaya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamarbudaya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamarbudaya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamarbudaya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamarbudaya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamarbudaya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamarbudaya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamarbudaya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamarbudaya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamarbudaya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamarbudaya.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=75&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/salah-tangkap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e209e17ff43392ac688c3631af46dbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kamarbudaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Baju Koruptor</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/baju-koruptor/</link>
		<comments>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/baju-koruptor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 03:17:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamarbudaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[asalusil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : R Giryadi Koruptor akan dibuatkan baju seragam. Katanya biar nyahok! Biar urat malunya mencuat! Biar kapok alias jera! Pertimbangan lain, agar koruptor tidak seperti selebriti di persidangan. Biar sama dengan pesakitan yang lain, seperti pencuri ayam yang memang dari sononya sudah dekil. Pokoknya, mereka harus dibuatkan baju, biar tidak menyakiti hati rakyat yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=72&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/09/baju-koruptor.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-73" title="baju-koruptor" src="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/09/baju-koruptor.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Oleh : R Giryadi</p>
<p>Koruptor akan dibuatkan baju seragam. Katanya biar nyahok! Biar urat malunya mencuat! Biar kapok alias jera! Pertimbangan lain, agar koruptor tidak seperti selebriti di persidangan. Biar sama dengan pesakitan yang lain, seperti pencuri ayam yang memang dari sononya sudah dekil. Pokoknya, mereka harus dibuatkan baju, biar tidak menyakiti hati rakyat yang uangnya dicuri.<br />
Boleh juga  ide itu. Kalau boleh usul, jika perlu dibuatkan upacara khusus untuk koruptor. Mereka yang pernah korupsi diwajibkan ikut upacara atau apel koruptor. Biar ingat terus, kalau korupsi itu merugikan negera. (Tetapi menyehatkan keluarga. Hemm).<br />
Asyik, pasti. Mereka pakai baju seragam koruptor, setiap Senin, atau hari apa terserah, disuruh mengikuti apel. Buatkan juga mars koruptor. Slank, yang sudah tersohor itu mungkin bisa menjadikan lagu Gosip Jalanan, jadi lagu wajib saat apel. Sementara doanya, Doa Minta Kutukan dari Kyai Mbeling Emha Ainun Najib. Sementara rakyat disuruh menonton di atas podium, sambil mesem-mesem. Ini seperti drama jaman Yunani kuno.<span id="more-72"></span><br />
Namanya drama, pasti tidak sungguhan. Namanya drama pasti ada yang dilebih-lebihkan, agar penonton lupa kalau itu sebuah drama. Penonton juga harus disuguhi speaktakel-speaktakel yang hebat dari para actor. Penonton harus tidak diberi waktu untuk berfikir. Mereka harus terhanyut dalam drama itu, sampai menguras air mata.<br />
Saat rakyat atau penonton menyeka air matanya, para aktorpun melenggang. Di belakang panggung mereka tertawa-tawa sambil berpelukan. Saling berjabat tangan, sambil menyantap anggur dan daging burung unta.Mereka berganti baju. Mereka bukan lagi actor. Mereka orang biasa. Kostum yang dikenakan pun digantung di rak. Ia kemudian menghirup udara bebas. Mereka menjadi orang biasa.<br />
Sementara rakyat atau penonton yang menyaksikan pertunjukan drama itu pasti akan mengingat-ingat adegan yang paling dramatis. Apakah saat Brutus menikam Caesar, dan darahnya muncrat dari dada kirinya, sementara Brutus tertawa. Atau saat seperti Caligula menyudahi kekuasaannya dengan cara ‘ngedan.’ Dramatis! Itulah yang terkesan dalam hati penonton.<br />
Rakyat juga akan hanya mengingat dramatisasi kostum dan mike up-nya Artalyta saat disidang. Atau saat Artalyta menangis karena merasa teraniaya. Tetapi rakyat tidak tahu, bagaimana Artalyta tersenyum-senyum di ruang tunggu persidangan yang ber AC sambil kontak sana-sini. Bercanda dengan cucu-cucunya. Dan sesekali membuat scenario (drama pengadilan) dengan Urip Tri Gunawan dari ruang tahanan yang jelas ‘berkelas’.<br />
Sekali lagi ini hanya drama. Baju itu hanya kostum. Usai drama pasti akan dilepas. Dan mereka akan melupakan. Karena baju itu tidak melekat pada dirinya. Baju itu hanya pinjaman. Seperti Christian Bale melepas costum Batman. Ia tidak lagi menjadi si manusia perkasa. Tetapi manusia biasa yang pengecut, karena menyiksa orang tuanya. Pada dasarnya baju tak memberikan dampak apapun pada proses hukum yang sedang berjalan. Ini bisa melanggar azas praduga tak bersalah. Yang lebih esensi pemerintah dan penegak hukum harus membuatkan scenario (pasal-pasal) yang memang benar-benar membuat jera para koruptor. Ini esensinya. Apakah benar, misalnya koruptor/penyuap seperti Artalyta itu yang sudah mengobrak-abrik wibawa pengadilan hanya dihukum lima tahun dan denda Rp 250 juta?<br />
Apa benar para koruptor yang mengembalikan uang korupsinya terbebas dari sangkaan korupsi? Bagaimana dengan pencuri ayam, yang babak belur, kemudian bahkan tewas dihakimi massa? Siapa yang dihukum? Pencuri ayamnya atau massa?<br />
Korupsi memang harus dicegah. Tetepi tidak cukup hanya membuatkan baju seragam. Dalam novel Pramoedya Ananta Toer berjudul Korupsi, digambarkan sorang pegawai kecil yang jujur akhirnya tak tahan untuk tidak korupsi. Pasalnya ia merasa ada kesempatan berkorupsi dan sudah kapok melarat terus. Ia berkorupsi karena mentalnya lemah dan pengawasan kinerjanya juga lemah. Jadi persoalannya pada mental dan kesempatan!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kamarbudaya.wordpress.com/72/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kamarbudaya.wordpress.com/72/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamarbudaya.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamarbudaya.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamarbudaya.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamarbudaya.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamarbudaya.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamarbudaya.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamarbudaya.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamarbudaya.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamarbudaya.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamarbudaya.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamarbudaya.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamarbudaya.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamarbudaya.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamarbudaya.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=72&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/baju-koruptor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e209e17ff43392ac688c3631af46dbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kamarbudaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/09/baju-koruptor.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">baju-koruptor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akal Abu Nawas</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/akal-abu-nawas/</link>
		<comments>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/akal-abu-nawas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 03:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamarbudaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[asalusil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : R Giryadi Pada suatu hari, kawan-kawannya Abu Nawas merencanakan akan mengadakan perjalanan wisata ke hutan. Tetapi tanpa keikutsertaan Abu Nawas perjalanan akan terasa memenatkan dan membosankan. Sehingga mereka beramai-ramai pergi ke rumah Abu Nawas untuk mengajaknya ikut serta. Namun saat akan masuk hutan, mereka dibingungkan jalan persimpangan. Setahu mereka kedua jalan itu memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=70&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : R Giryadi</p>
<p>Pada suatu hari, kawan-kawannya Abu Nawas merencanakan akan mengadakan perjalanan wisata ke hutan. Tetapi tanpa keikutsertaan Abu Nawas perjalanan akan terasa memenatkan dan membosankan. Sehingga mereka beramai-ramai pergi ke rumah Abu Nawas untuk mengajaknya ikut serta. Namun saat akan masuk hutan, mereka dibingungkan jalan persimpangan.<br />
Setahu mereka kedua jalan itu memang menuju ke hutan tetapi hutan yang mereka tuju adalah hutan wisata. Bukan hutan yang dihuni binatang-binatang buas yang justru akan membahayakan jiwa mereka.<br />
Salah seorang menawarkan untuk bertanya pada sahabatnya yang tinggal tidak jauh dari tepi hutan itu.  Mereka adalah saudara kembar. Tak ada seorang pun yang bisa membedakan keduanya karena rupa mereka begitu mirip. Yang membedakan mereka, yang satu selalu berkata jujur sedangkan yang lainnya selalu berkata bohong. Dan mereka adalah orang-orang aneh karena mereka hanya mau menjawab satu pertanyaan saja.<span id="more-70"></span><br />
Abu Nawas menyetujui. Mereka menghadap dua saudara kembar itu. Dan benar pula, salah satu pemuda kembar itu hanya mau menjawab satu pertanyaan.<br />
Kemudian Abu Nawas menghampiri pemuda itu dan berbisik. Orang itu pun juga menjawab dengan cara berbisik pula kepada Abu Nawas. Abu Nawas mengucapkan terima kasih dan segera mohon diri.<br />
Sesampai di persimpangan hutan tadi Abu Nawas memilih jalan di sebelah kanan. &#8220;Hutan yang kita tuju melewati jalan sebelah kanan.&#8221; kata Abu Nawas mantap kepada kawankawannya.<br />
&#8220;Bagaimana kau bisa memutuskan harus menempuh jalan sebelah kanan? Sedangkan kita tidak tahu apakah orang yang kita tanya itu orang yang selalu berkata benar atau yang selalu berkata bohong?&#8221; tanya salah seorang dari mereka.<br />
&#8220;Karena orang yang kutanya menunjukkan jalan yang sebelah kiri,&#8221; kata Abu Nawas. Karena masih belum mengerti juga, maka Abu Nawas menjelaskan.<br />
&#8220;Tadi aku bertanya: Apa yang akan dikatakan saudaramu bila aku bertanya jalan yang mana yang menuju hutan yang indah?&#8221;<br />
Bila jalan yang benar itu sebelah kanan dan bila orang itu kebetulan yang selalu berkata benar maka ia akan menjawab: Jalan sebelah kiri, karena ia tahu saudara Kembarnya akan mengatakan jalan sebelah kiri sebab saudara kembarnya selalu berbohong. Bila orang itu kebetulan yang selalu berkata bohong, maka ia akan menjawab: jalan sebelah kiri, karena Ia tahu saudara kembarnya akan mengatakan jalan sebelah kanan sebab saudara kembarnya selalu berkata benar.<br />
***<br />
Kasus jalan persimpangan itu seperti kasusnya Asrori yang menghebohkan itu. Kasus Asrori, seperti menemui jalan persimpangan. Siapa yang benar dan siapa yang berbohong, memang harus segera dibuktikan. Yang menjadi sulit itu, semua mengaku benar. Kejaksaan agung mengaku tidak merasa salah memutuskan hukuman. Sementara para pembunuh Asrori versi kebun tebu, mengaku tidak tahu menahu pembunuhan itu. Mereka terpaksa mengakui pembunuhan itu karena tidak tahan siksaan polisi.<br />
Sementara dipihak lain, Ryan mengaku dirinyalah  yang membunuh Asrori. Tetapi pihak keluarga Asrori tidak mau mengakui kalau Asrori kurban Ryan. Keluarga Asrori tetap percaya dengan mayat Asrori yang di temukan di kebun tebu, meski tes DNA mayat Asrori di belakang rumah rian, memiliki kemiripan dengan DNA keluarga Asrori. Bingung bukan?<br />
***<br />
Biar tidak tambah bingung, Abu Nawas punya cara lain untuk menangkap ‘pembunuh’. Ceritanya, pada suatu hari, seorang kehilangan anak. Ternyata anak itu tewas terbunuh. Tetapi tidak tahu siapa yang membunuh. Misteri pembunuhan itu juga membingungkan polisi.<br />
Abu Nawas ternyata punya cara sendiri menangkap sang pembunuh. Orang-orang yang dicurigai membunuh dan tidak mengakui perbuatannya, oleh  Abu Nawas diberi tongkat sepanjang 50 cm. Kemudaia ia berpesan, agar tongkat itu disimpan dan esok harinya tongkat itu dikembalikan padanya. “Bagi yang membunuh, tongkat itu dalam satu hari akan memanjang 10 Cm, karena sudah saya rasuki mantra,” pesan Abu Nawas.<br />
Mereka yang tidak membunuh, tidak takut. Tetapi yang membunuh dengan akal bulusnya segera memotong tongkat Abu Nawas itu 10 cm, agar esok harinya tetap berukuran 50 cm.<br />
Ketika esok harinya saat mengumpulkan tongkat, pembunuh itu dicokok, karena terbukti membunuh. Buktinya, tongkatnya yang disimpanya malah lebih pendek 10 cm. Sayang Polisi kita bukan Abu Nawas. Kita tunggu saja!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kamarbudaya.wordpress.com/70/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kamarbudaya.wordpress.com/70/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamarbudaya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamarbudaya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamarbudaya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamarbudaya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamarbudaya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamarbudaya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamarbudaya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamarbudaya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamarbudaya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamarbudaya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamarbudaya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamarbudaya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamarbudaya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamarbudaya.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=70&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/akal-abu-nawas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e209e17ff43392ac688c3631af46dbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kamarbudaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Politik Citraan</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/politik-citraan/</link>
		<comments>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/politik-citraan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 02:43:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamarbudaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[asalusil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : R Giryadi Siapa yang tidak kagum dengan artis cantik nan anggun, Zaskia Adya Mecca? Kecantikannya bertambah lengkap dengan jilbab yang dikenakannya. Dia salah satunya bintang sinetron yang masih remaja membaiat dirinya untuk berbusana muslim. Maka dalam waktu singkat citra yang diinginkan Zaskia disambut positif oleh pemirsa TV. Namun akhir-akhir ini public terhenyak, ketika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=67&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : R Giryadi</p>
<p>Siapa yang tidak kagum dengan artis cantik nan anggun, Zaskia Adya Mecca? Kecantikannya bertambah lengkap dengan jilbab yang dikenakannya. Dia salah satunya bintang sinetron yang masih remaja membaiat dirinya untuk berbusana muslim. Maka dalam waktu singkat citra yang diinginkan Zaskia disambut positif oleh pemirsa TV.<br />
Namun akhir-akhir ini public terhenyak, ketika di internet beredar foto-foto Zaskia yang dikenal santun itu, sedang merokok dengan kaki medingkrang di kursi. Sungguh gambaran yang tak terkirakan di benak penggemar yang sudah terkadung mengagumi Zaskia terutama lewat perannya di sinetron religius Kiamat Sudah Dekat. Ini bukan adegan dalam sinetron, tapi justru dilakukan di sela-sela syuting sinetron Munajat Cinta.<a href="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/09/zaskia.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-68" title="zaskia" src="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/09/zaskia.jpg?w=190&#038;h=300" alt="" width="190" height="300" /></a><span id="more-67"></span><br />
Berkat perannya di sejumlah tayangan bernuansa religi itu, para pemirsa dan pengagum mengenal Zaskia sebagai sosok perempuan salehah. Penilaian itu wajar ketika kita menghubungkan dengan perannya di &#8220;Kiamat Sudah Dekat&#8221; sebagai &#8220;Sarah&#8221; yang pandai mengaji. Para fans pun tentunya menduga dan berharap bahwa apa yang diperankan idolanya dalam sinetron sejalan dengan perilaku kesehariannya.<br />
Kabar miring Zaskia itu akan mengejutkan siapa saja yang selama ini mengenalnya lewat layar kaca. Anda barangkali akan bilang, Zaskia ternyata tak ubahnya sejumlah selebritis lain yang manis di depan kamera tapi perilakunya liar ketika di luar tuntutan perannya. Lepas dari kesahihan gosip infotainment dan gambar yang beredar di internet, masyarakat tak perlu memberikan reaksi yang berlebihan.<br />
Dalam dunia peran, siapapun bisa menjadi apa yang diinginkan oleh sang sutradara. Dan kebetulan saja Zaskia dianggap lebih pas, atau dalam istilah pasar lebih marketable, untuk memerankan sosok muslimah yang salehah. Di luar itu, Zaskia punya otoritas penuh untuk menjalani kehidupannya sendiri.<br />
Ini kehebatan media yang mampu membangun citra seorang menjadi citra yang lain. Karena itu, media (TV) menjadi alat yang paling efektif untuk menyebarkanvirus citra. Lihat saja, para politikus kita tiba-tiba bak bintang iklan. Hal itu dilakukan demi membangun citra. Sebusuk apapun kepribadian politikus, di televisi, citra seseorang bisa dikemas menjadi manis, semanis janji-janji yang dikampanyekan.<br />
Politik pencitraan ini sejalan dengan masyarakat yang sangat gandrung dengan citra. Padahal citra itu bukan esensi, meski citra itu kata kaum eksistensialis mendahului esensi, namun citra bukanlan sesuatu yang ‘nyata.’ Dia hanya kulit. Bagi mereka yang mempercayaai citraan, maka sebenarnya mereka hanya mendapatkan kulitnya. Sementara isinya dibuang.<br />
Kehebatan para selebriti kita, para politikus kita, para pejabat kita, para calon gubernur kita, menggunakan politik citraan ini untuk mengelabuhi masyarakat. Masyarakat yang tidak mengenal beda isi dan kulit. Ini persis ketika orang Barat (atau bahkan kita sendiri) memahami Islam. Bahwa orang yang bersorban putih, membawa tasbih, membawa bendera dengan tulisan Arab, adalah orang Islam.<br />
Sikap kita yang mencurigai setiap orang yang berjubah, dan juga negara barat yang demam terhadap Islam, sebagai akibat cara pandang yang menempatkan simbol dan atribut di atas perilaku orang perorangnya. Yang kita pandang adalah jubahnya, yang membuat demam adalah orang islam yang melakukan kekerasan. Padahal jubah itu putih, belum tentu Islam. dan Islam tidak identik dengan jubah putih apalagi kekerasan.<br />
Penyakit pencintraan telah menghinggapi seluruh segi kehidupan. Agama dicitrakan. Politik dicitrakan. Ekonomi dicitrakan. Hukum dicitrakan. Seks dicitrakan. Kita  hidup di negeri citra. Hidup yang hanya seolah-olah.<br />
Pembangunan citra bagi seorang aktris atau siapa saja itu penting. Ia menjadi semacam bumbu penglaris untuk menguatkan image yang diperankan. Sebagian masyarakat kita tampaknya tak menyadari hal itu. Mereka berharap banyak bahwa sang idola yang mereka kenal lewat layar kaca demikian adanya dalam dunia keseharian.<br />
Ekspektasi para fans terhadap idolanya akhirnya berujung dengan kekecewaan ketika mereka mengetahui jika sang idola cuma tampil manis di layar kaca, tapi tidak demikian halnya dalam dunia nyata.<br />
Hal itu tidak berbeda jauh dengan calon gubernur kita. Jangan jangan hanya manis dimuka, dibelakang kita digerogoti. Karena itu berhati-hatilah dengan politik pencitraan. ‘Hidup Adalah Pencitraan?’ Prek!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kamarbudaya.wordpress.com/67/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kamarbudaya.wordpress.com/67/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamarbudaya.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamarbudaya.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamarbudaya.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamarbudaya.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamarbudaya.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamarbudaya.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamarbudaya.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamarbudaya.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamarbudaya.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamarbudaya.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamarbudaya.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamarbudaya.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamarbudaya.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamarbudaya.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=67&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/09/09/politik-citraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e209e17ff43392ac688c3631af46dbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kamarbudaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/09/zaskia.jpg?w=190" medium="image">
			<media:title type="html">zaskia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>63 Tahun Merdeka (1) &#8216;Mutilasisme&#8217;</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/08/04/63-tahun-merdeka-1-mutilasisme/</link>
		<comments>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/08/04/63-tahun-merdeka-1-mutilasisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 04:31:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamarbudaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[asalusil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[ Oleh : R Giryadi Mutilasi menjadi teror. Mutilasi dalam bentuk nyatanya membunuh dengan cara ‘memretheli’ tubuh kurban. Kejahatan semacam ini bisa jadi hanya dilakukan oleh satu atau dua orang. Tidak bergerombol. Tapi ada mutilasi yang dilakukan secara bergerombol, terorganisir, dan massif. Penegak hukumpun kuwalahan menangani mutilasi yang satu ini. Apa itu? Memutilasi uang rakyat, alias [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=63&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="color:#181818;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="color:#181818;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> Oleh : R Giryadi</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="color:#181818;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#181818;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><a href="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/08/korupsi.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-64" src="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/08/korupsi.jpg?w=285&#038;h=236" alt="" width="285" height="236" /></a>Mutilasi menjadi teror. Mutilasi dalam bentuk nyatanya membunuh dengan cara ‘memretheli’ tubuh kurban. Kejahatan semacam ini bisa jadi hanya dilakukan oleh satu atau dua orang. Tidak bergerombol. Tapi ada mutilasi yang dilakukan secara bergerombol, terorganisir, dan massif. Penegak hukumpun kuwalahan menangani mutilasi yang satu ini. Apa itu? </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#181818;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Memutilasi uang rakyat, alias korupsi. Sekarang korupsi tidak sembunyi-sembunyi. Kisah curi uang rakyat dari balik meja, sudah tidak bonafide. Mutilasi yang paling keren di jaman modern ini dilakukan terang-terangan, bahkan dilakukan secara berjamaah. Tragisnya lagi, cara memutilasi uang rakyat diperagakan di depan penegak hukum.<span id="more-63"></span></span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#181818;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ini mutilasi paling keji yang ada di Indonesia. Uang rakyat dijadikan mainan oleh sebagian elit politik di dewan dan di lembaga penegak hukum. Di lembaga pemerintahan tidak kalah parahnya. Ini juga bisa disebut sebagai pembunuhan<span>  </span>berencana dan terorganisir. Bukankah akibat korupsi, banyak rakyat sengsara, miskin. Akibat kemiskinan, mutilasi dalam arti sebenarnya terjadi. Ingat, Ryan membunuh korban-korbannya karena factor ekonomi. Bukan asmara, atau penyakit lainnya.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#181818;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Akibat mutilasi uang negara trilyunan rupiah hilang. Rakyat miskin hanya kebagian recehan yang dilempar dari balik mobil mewah, sembari sang empunya memohon doa agar terbebas dari jerat hukum dan banyak rejeki.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#181818;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Maka, berbondong-bondonglah para duafa itu ke kota. Mereka menengadahkan tangan, seolah-olah rejeki jatuh dari mobil-mobil mewah. Sementara para politisi di Senayan ribut soal undang-undang untuk menyelamatkan muka mereka yang sudah terkadung coreng-moreng oleh ketamakan.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#181818;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Partai-partai didirikan. Bendera-bendera dipasang. Bukan untuk rakyat, tetapi alat untuk berkuasa. Setekah berkuasa, ganti menjajah rakyat. Ganti yang korup. Ganti yang memutilasi. Rakyat hanya boleh bersuara saat pemilu. Tidak bersuara, dianggap subversip! Mereka hanya diiming-iming Rp 5 ribu dan kaos. Itulah pendapatan mereka setiap lima tahun sekali. Setelah itu mereka tidak tahu, kemana perginya uang negara?</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#181818;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Rakyat bahkan sudah dimutilasi hak-haknya. Partai-partai hanya sibuk dengan dirinya sendiri. Omong kosong kalau berjuang demi rakyat. Kalaupun ada, itu partai yang keblinger. Partai yang tidak mungkin ada di negeri ini. </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#181818;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kata Pujangga Ronggowarsito, <em>‘anemahi jaman edan, yen orang edan ora keduman.’</em> Tetapi ingat, <em>‘Sak bejo-bejaning wong edan, isih bejo wing eling lan waspada.’</em> Artinya dijaman edan seperti ini tidak akan mendapatkan apa-apa kalau tidak ikut edan. Tetapi, meski mendapatkan keuntungan dari mengikuti jaman, masih untung orang yang tetap ‘ingat (berdoa) dan ‘waspada’ (jujur).’</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#181818;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ryan, dan para koruptor yang terjerat masalah hukum orang yang tidak tahan godaan di jaman edan ini. Mereka orang-orang yang dengan sadis memanfaatkan jaman gila ini. Bayangkan untuk bebas dari jerat hukum saja, Ayin harus menyogok jaksa Rp 6 milyar. Demi mendapat keuntungan pribadi, DPR mau saja disogok oleh pejabat daerah. </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#181818;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tidak saja uang, tetapi disogok perempuan. Hemmmm, sungguh pelecehan yang luar bisa terhadap suara rakyat yang telah dibebankan pada pundaknya. Ini mutilasi suara yang lebih keji dari pada yang di lakukan Ryan. Hukumnya jelas, mati. Tetapi siapa yang bisa menjerat anggota dewan, kalau kejaksaan agung saja sarangnya korupsi? Siapa yang percaya lagi dengan penegakan hukum di negeri ini?</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#181818;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pasti hanya orang tua kurban Ryan. Ryan pasti dihukum maksimal, karena pasti tidak akan mampu menyogok polisi, ataupun jaksa. Ryan pasti akan dijerat hukum maksimal. Ini prestasi besar! </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#181818;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sungguh sangat nyata. Kita sudah terjangkit faham mutilasi (‘mutilasisme’). Mutilasi telah menjadi teror diberbgai sisi kehidupan kita. Tak tanggung-tanggung, pembunuhan secara pelan-pelan memreteli satu demi satu hak-hak warga negara sedang berlangsung. Negeri ini sudah menjadi negera terkorup <span> </span>ke 3 di dunia. (kalau diikutkan Olimpiade mendapat medali perak). </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#181818;">200 juta jiwa siap kelaparan. Sementara politisi muda dan tua sedang saling berebut meraih simpati rakyat yang sedang sekarat untuk pemilu 2009. Tetapi berani sumpah, mereka hanya baik di awalnya. Tetapi dikemudian hari? </span><span style="color:#181818;">(bersambung)</span></strong><strong><span style="font-weight:normal;color:#181818;"></span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kamarbudaya.wordpress.com/63/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kamarbudaya.wordpress.com/63/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamarbudaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamarbudaya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamarbudaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamarbudaya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamarbudaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamarbudaya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamarbudaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamarbudaya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamarbudaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamarbudaya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamarbudaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamarbudaya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamarbudaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamarbudaya.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=63&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/08/04/63-tahun-merdeka-1-mutilasisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e209e17ff43392ac688c3631af46dbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kamarbudaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/08/korupsi.jpg?w=285" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jack The Ripper</title>
		<link>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/07/29/jack-the-ripper/</link>
		<comments>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/07/29/jack-the-ripper/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 03:11:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamarbudaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[asalusil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamarbudaya.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Rakhmat Giryadi Dalam kasus pembunuhan berantai di Jombang Ryan bisa disebut Jack The Ripper versi Indonesia. Ryan adalah pria homoseksual yang telah membunuh pasangannya secara berantai, seperti yang dilakukan Jack The Ripper. Lalu siapa Jack The Ripper? Nama Jack The Ripper muncul setelah adanya pembunuhan berantai terhadap lima pelacur di Whitechapel, bagian timur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=56&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Rakhmat Giryadi</p>
<p><a href="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/07/jeffrey-dahmer.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-60" src="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/07/jeffrey-dahmer.jpg?w=300&#038;h=171" alt="" width="300" height="171" /></a>Dalam kasus pembunuhan berantai di Jombang Ryan bisa disebut Jack The Ripper versi Indonesia. Ryan adalah pria homoseksual yang telah membunuh pasangannya secara berantai, seperti yang dilakukan Jack The Ripper.<br />
Lalu siapa Jack The Ripper? Nama Jack The Ripper muncul setelah adanya pembunuhan berantai terhadap lima pelacur di Whitechapel, bagian timur Kota London, Inggris, pada 1888.<br />
Korban-korban Jack The Ripper dibunuh dengan dicekik, lalu dibaringkan, dan pembuluh arteri mereka di tenggorok mereka dipotong. Lima pembunuhan itu dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan saja. Namun, kekejaman dan misteri yang menyelimutinya menjadikan kasus pembunuhan berantai tersebut sangat populer hingga saat ini.<br />
Jeck The Ripper ke dua terjadi di Amerika Serikat. Anda pasti masih ingat dengan berita pembunuhan yang fenomenal. Adalah Jeffrey Dahmer, pelaku pembunuhan berantai yang sangat kejam. Pada 22 Juli 1991, Kepolisian Milwaukee, Amerika Serikat (AS), menangkap Jeffrey Dahmer. Pria homoseksual itu dituduh membunuh 23 teman kencannya yang semuanya laki-laki berusia 14-36 tahun.<span id="more-56"></span><br />
Bukan hanya membunuh, pria kelahiran 21 Mei 1960 di West Allis, Wisconsin, AS, itu juga memutilasi dan melakukan kanibalisme terhadap korbannya. Atas kekejiannya itu, ia pun dijuluki Jack The Ripper ke-2.<a href="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/07/jack.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-58" src="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/07/jack.jpg?w=300&#038;h=213" alt="" width="300" height="213" /></a><br />
di Indonesia, ada delapan pelaku pembunuhan berantai yang sudah terungkap. Mereka adalah Harnoko Dewanto, pelaku pembunuhan tiga orang di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 1994. Lalu Astini, pelaku pembunuhan tiga orang di Surabaya pada 1996. Astini sudah menjalani hukuman mati pada 2005.<br />
Selanjutnya, Siswanto alias Robot Gedek yang menjadi pelaku pembunuhan enam anak jalanan di Jakarta pada 1996. Robot Gedek meninggal dunia karena sakit jantung pada 26 Maret 2007.<br />
Ahmad Suraji alias Dukun AS yang menjadi pelaku pembunuhan 42 wanita di Medan, Sumatra Utara. Ia dieksekusi mati Kamis (10/7). Kemudian ada Rio Alex Bulo alias Rio Martil yang membunuh empat orang di Jabar, Jateng, dan Jatim pada 2001. Ia membunuh korbannya dengan martil untuk merampas mobil mereka. Pada 2005, Rio membunuh guru mengajinya, Iwan Zulkarnaen, di LP Nusakambangan, Cilacap, Jateng.<br />
Pada 2005, Iptu Garibaldi Handayani terbukti sebagai pelaku pembunuhan tujuh orang di Jambi. Majelis hakim memvonis hukuman mati.<br />
Sementara itu, pada 2007, delapan orang menjadi korban pembunuhan yang dilakukan Tubagus Yusuf Maulana alias Dukun Usep di Lebak, Banten. Usep menghadapi regu tembak di Cimarga, Lebak, Banten, Jumat (18/7) malam.<br />
Kini nama Ferry Idham Henyansyah alias Ryan menambah panjang daftar penjagal dari Indonesia. Pria kelahiran Jombang, Jatim, 1 Februari 1978 itu diduga telah menghabisi 16 nyawa. Modusnya, mengajak korban bercinta kemudian menghabisi dari belakang. Karena itu, Ryan disebut sebagai &#8216;Penjagal dari Belakang&#8217;.<br />
Sejarah dunia mencatat lebih dari 100 orang menjadi pelaku pembunuhan berantai, seperti Elizabeth Bathory (1560-1614), wanita yang menjadi pemegang rekor tertinggi korban pembunuhan berantai dengan jumlah mencapai 650 orang.<br />
Putri bangsawan Hongaria itu membunuh ratusan gadis yang seluruh darahnya diambil untuk dimasukkan ke bak mandi pribadinya. Bathory percaya bahwa mandi darah gadis muda akan membuatnya tetap awet muda.<br />
Pembantaian yang dilakukan Pedro Alonso Lopez dari Kolombia merupakan salah satu yang terkeji sepanjang sejarah modern. Pria yang dijuluki Monster of Andes itu mencincang lebih 300 perempuan remaja. Tidak hanya di Kolombia, tapi ia juga melakukannya di Peru dan Ekuador selama kurun 1970-1980. Lopez ditangkap dan ditahan di Ekuador pada pertengahan 1980. Ia dibebaskan pada 1999 dan dideportasi ke Kolombia. &#8220;Aku manusia abad ini,&#8221; ujarnya bangga dalam sebuah wawancara dengan harian National Examine. @</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kamarbudaya.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kamarbudaya.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamarbudaya.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamarbudaya.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamarbudaya.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamarbudaya.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamarbudaya.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamarbudaya.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamarbudaya.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamarbudaya.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamarbudaya.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamarbudaya.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamarbudaya.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamarbudaya.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamarbudaya.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamarbudaya.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamarbudaya.wordpress.com&amp;blog=2524132&amp;post=56&amp;subd=kamarbudaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamarbudaya.wordpress.com/2008/07/29/jack-the-ripper/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e209e17ff43392ac688c3631af46dbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kamarbudaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/07/jeffrey-dahmer.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://kamarbudaya.files.wordpress.com/2008/07/jack.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
